Tampilkan postingan dengan label my expression. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my expression. Tampilkan semua postingan

23 April 2012

you (m0m)

lama gak pernah utak atik blog.. dan sekarang lagi di saat skripsi menunggu, di saat RPP dan worksheet mengantri, aku kepikiran banyak hal. banyak sekali. bisa dikatakan galau. bukan hanya sekedar galau, sedih dan selalu ingin meneteskan air mata setiap saat.
kemarin mamah telpon, beliau baru check up dari rumah sakit. entah sudah kesekian kalianya beliau bolak-balik ke rumah sakit. selama ini mamah orang yang kuat dan jarang sakit, bahkan bisa dibilang gak pernah. biarpun badan mamah kurus, jauh lebih kurus dari badanku, bahkan tulang di pundaknya pun terlihat. terkadang pilu melihat keadaan beliau, tapi mamah bilang memang badannya seperti itu.
aah, mamah, aku begitu sayang dengan wanita yang satu itu. sejak kecil begitu dekat dengannya membuat aku merasa kehilangan beliau saat aku harus berpisah jauh dari beliau.
namun, dalam hati aku selalu percaya bahwa aku sanggup untuk melalui kehidupan ini jauh darinya. toh, aku pikir, tujuan aku sekolah, kuliah ataupun setelah lulus nanti adalah mereka (orang tua). iya, aku ingin membahagiakan meraka-semoga bukan hanya sekedar angan-angan-.
semua kebaikan mamah, cara mamah mendidikku sejak kecil terngiang-ngiang di dalam benakku malam ini. sungguh aku tidak ingin kehilangan beliau. walaupun mungkin ini hanya ketakutan semata, tapi aku benar-benar takut. 
namun, malam ini batinku menunduk dan berusaha berdoa semoga beliau selalu diberikan kesehatan oleh Alloh..semoga mamah baik-baik saja. semoga mamah selalu baik. 

love you mom,

your daughter                 
read more “you (m0m)”

28 September 2011

from Alhamdulillah to happiness

setiap hari akan menjadi indah apabila kita selalu bersyukur..^^
syukur itu sebenarnya sangat mudah diucapkan, setuju gak?
tinggal berucap alhamdulillah, apanya coba yang susah?:D
mungkin bukan mengucapkannya yang susah, namun keiklasan hati kita yang memberatkan. kita susah bersyukur karena terkadang kita merasa apa yang kita dapatkan tidak patut untuk disyukuri, terkadang kita merasa apa yang kita hadapi merupakan sesuatu yang biasa aja, sesuatu yang tidak spesial, bahkan mungkin sesuatu yang jauh dari ekspektasi kita, sesuatu yang jauh dari harapan kita.

alhamdulillah berarti segala puji bagi Alloh, arti yang singkat itu mempunyai makna yang sangat besar, alhamdulillah berarti suatu tanda akan kecintaan suatu hamba pada pada Alloh, alhamdulillah berarti suatu tanda keiklasan seorang hamba yang begitu besar, suatu sikap tawakkal, menurutku suatu yang amazing alias luar biasa. walaupun simple tapi sering dilupakan dan diabaikan.

rasanya begitu sombong kalau kita jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah berucap syukur atas segala yang kita dapatkan, baik itu saat kita mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan, sesuatu yang menurut kita tidak baik. karena kita tidak mampu melakukan apapun tanpa ridho Alloh, tanpa seijin Alloh. 
sebagai manusia kita hanya berusaha semampu kita, hasilnya Alloh yang akan menentukan, apabila sesuatu yang kita harapkan tidak kita dapatkan bukan berarti Alloh tidak sayang kepada kita. ada tiga kemungkinan kenapa kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, yang pertama adalah kita belum bersungguh2 dalam meminta kepada Alloh, Alloh menyukai doa kita, sehingga kita diberikan kesempatan untuk terus berdoa kepada-Nya, terus memohon dengan sepenuh hati diiringi keiklasan dalam meminta, yang ketiga adalah mungkin yang kita dapatkan merupaka sesuatu yang terbaik untuk kita walaupun itu bukan apa yang kita inginkan.


jadi kenapa kita tidak bersyukur untuk sesuatu yang terbaik menurut skenario Alloh? bukankah kita tidak tahu apa yang terbaik menurut Alloh? seperfect apapun seorang manusia, tetap tidak dapat menentukan takdirnya.
insyaalloh hidup terasa mudah apabila selalu disyukuri, menurut matematika, segala sesuatunya itu harus "Disederhanakan".hehehe
kaki terasa ringan untuk melangkah, dan segala masalah tidak akan lagi menjadi suatu masalah, kabahagiaan yang sejati itu bukan apa yang kita dapatkan di dunia, tapi apa yang akan kita raih di akhirat, apa yang kita lakukan untuk akhirat kelak, itulah the true happiness in  my mind. lets say greatful everytime..^^
 
read more “from Alhamdulillah to happiness”

17 September 2011

what can i say?


aku merasa ada lubang besar di hatiku. menganga lebar, dan susah untuk menemukan penutup yang tepat. bahkan aku sendiri belum mengetahui apa yang sedang melada diriku. aku hanya terpaku menyaksikan segala kehidupan yang terbentang dihadapanku, aku merasa ditinggalkan, diabaikan. saat seperti inilah segala kenangan masa lalu mengusikku kembali. kenangan itu kini tumbuh berkembang menjadi sesuatu yang hebat, dan dengan angkuhnya menginjakku, dan menenggelamkanku ke dalam lumpur. aku susah bernapas, aku susah bergerak, dan saat itu aku hanya memasrahkan diri. menangisi semuanya, semua yang telah terlewati sia-sia selama ini. semuanya pergi, aku tidak beda jauh dengan seonggok batu yang tidak berdaya. membiarkan segala sesuatu menendangnya, melemparkannya, bahkan hanya mendiamkanku. aku lebih memilih menjadi batu dipinggir pantai dan membiarkan seseorang melemparkanku jauh ke pantai, hingga aku berada di kedalaman yang tidak terjangkau oleh siapapun. saat itulah aku akan berteriak, hingga teriakanku tak terdengar sama sekali karena tekanan air.
kenapa semuanya terasa semakin menjauh, semakin tak terjangkau oleh tanganku. aku ingin semuanya tetap sama, tetap menyenangkan, tetap berada di samping kalian semua, hingga aku tidak hanya menyaksikan kehidupan tapi ikut larut dan menyelesaikan kehidupan ini dengan kerja keras, dengan semua kebahagiaan yang kalian bawa untukku.
karena sebenarnya ada yang jauh lebih baik daripada menjadi batu, yaitu menjadi diriku sendiri. menjadi orang yang selalu menyenangkan orang-orang disekitarku, dan tidak menyakiti siapapun.:)




read more “what can i say?”

16 September 2011

expression

ada dua hal yang paling berbahaya dalam hidup ini, yang pertama adalah akan berbahaya jika kita terus mempertahankannya, tapi yang kedua akan berbahaya jika kita melepaskannya. keduanya dapat menjadikan seorang manusia menjadi sosok yang rendah dan begitu tidak ada harganya..
keragu-raguan adalah hal yang berbahaya jika kita terus mempertahankannya.keragu-raguan lebih daripada ketidakpercayaan, dalam keraguan ada suatu kepercayaan dan ada juga suatu ketidakpercayaan. kedua hal yang sangat bertolak belakang diantara keduanya. dan hal yang seharusnya memang berbeda.
saat jiwa seseorang dilanda keraguan, saat itulah ia kehilangan arah dalam hidupnya. itulah yang berbahaya, saat kita terombang-ambing, tidak tahu harus berbuat apa, dan pada akhirnya kita melakukan sesuatu yang teramat buruk dalam hidup kita, tanpa tahu itu sesuatu yang benar atau bahkan salah sama sekali. namun, tidak ada hal yang benar satupun dalam keragu-raguan, karena sesuatu yang hak itu saat kita percaya, saat kita yakin dan memiliki iman, yakin kepada sang Khalik yang telah menciptakan suatu iman dalam hati seseorang. tidak ada lagi keraguan untuk hal itu, dan saat kepercayaan terhadap Dia ada dalam hati kita, itulah saat dimana keragu-raguan hilang dari hidup kita. maka bertanyalah pada seseorang yang lebih tahu untuk menentukan langkah, namun jika tidak mendapat jawaban, maka bertanyalah pada hati, karena dia mengetahui.^^
hal yang kedua, hal yang berbahaya jika kita melepaskannya. yaitu saat kita melepaskan dan melupakan janji kita terhadap seseorang, bahkan terhadap diri kita sendiri. saat kita lalai dari janji-janji kita. saat janji itu terabaikan, maka saat itulah segala hal dalam hidup kita tidak ada artinya lagi. saat kita masih di dalam kandungan ibu, saat itu kita telah berjanji kepada Nya, pada Alloh untuk menjaga amanahnya, menjaga kehidupan yang telah Dia berikan untuk kita. dihadapan Nya kita berjanji untuk memenuhi kewajiban kita sebagai manusia. ada beberapa orang di luar sana yang begitu memenuhi janji itu, menggenggamnya erat dalam dekapan tangannya, namun lebih banyak yang melupakan janji-janji itu, dan saat itulah, saat kita tidak menjaga janji-janji itu, kita telah menjadi orang yang lalai. Naudzubillah..
semoga kita dijauhkan dari dua hal itu, dan hal bathil lainnya..amiiinn...^^
read more “ ”

12 September 2011

L(','L)

hidup itu selalu merupakan pilihan, setiap keputusan yang kita pilih mempunyai keistimewaan, kebaikan, kekurangan, resiko dan konsekuensi yang harus kita pegang. hal yang berat saat harus memilih. kita selalu berpikir yang terbaik untuk kita adalah apa yang kita inginkan, tapi apakah kita sebegitu yakinnya bahwa apa yang kita inginkan itu adalah apa yang terbaik menurut Alloh? apakah jika kita menginginkan kekayaan, lalu Alloh memberikannya pada kehidupan kita, lalu kita akan bertambah syukur pada Nya?mungkin iya untuk SEGELINTIR orang saja. namun banyak kita melihat orang-orang yang tidak menyadari apa yang telah dia miliki, apa yang dulu menjadi do'anya dan telah terkabul tanpa ia sadari. Bahkan hal yang paling simpel, mudah untuk dilakukan, dan dilupakan adalah untuk berucap syukur.
kadang, saat dalam keadaan miskin harta, saat itulah kita kaya akan rasa syukur, namun saat kekayaan merajai diri kita, bahkan kita lupa untuk sekedar berucap 'alhamdulillah'. mereka yang mendapat amanah berupa kekayaan dan jabatan terkadang melupakan tujuan awal dan janji mereka saat mereka menginginkan amanah itu. bahkan banyak yang menyelewengkan amanah itu. sebenarnya apa yang ada dalam pikiran mereka, tidakkah mereka mengingat tujuan awal mereka? tidakkah mereka puas atas apa yang mereka miliki sekarang? apakah terlalu susah untuk berucap syukur? sementara banyak manusia-manusia dibawah sana yang selalu memandang ke atas, menjulurkan tangan mereka untuk meminta uluran dari manusia-manusia yang berada di atas. namun, mungkin yang di atas itu tidak melihat, bahkan telah buta mata hatinya. kawan, apa yang kita inginkan belum tentu akan menjadi apa yang terbaik untuk kita. yang terbaik untuk kita adalah menjadi manusia yang selalu bersyukur, apapun keadaan kita. semoga kita semua selalu dalam keadaan bersyukur.^^
read more “L(','L)”